Berita

Satgas: Presiden Tegaskan Satgas Bergerak di Ranah Hukum
Aprizal Rahmatullah – detikNews

Jakarta – Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menemui Presiden SBY. Dalam pertemuan itu presiden menegaskan dukungannya dan menyatakan kalau selama ini Satgas bergerak di ranah hukum, membantah tudingan miring kalau Satgas memasuki ranah politik.

“Presiden dalam kesempatan tersebut menegaskan ulang bahwa Satgas bergerak murni di ranah hukum bukan pada ranah politik,” kata anggota Satgas Mas Achmad Santosa di Jakarta, Sabtu (22/1/2011).

Pertemuan digelar sekitar pukul 16.30-17.45 WIB di kediaman pribadi SBY di Cikeas. Dalam pertemuan itu, selain Denny hadir Darmono, Mas Achmad Santosa, Yunus Husein, dan Herman Effendi. Ketua Satgas Kuntoro Mangkusubroto tidak ikut karena sedang ada tugas ke Amerika Serikat.

“Presiden menerima penjelasan dan klarifikasi kami dan menegaskan kembali kepercayaan presiden terhadap Satgas,” imbuhnya.

Satgas, lanjut pria yang akrab disapa Ota ini menjelaskan, bahwa presiden selalu berada mendukung gerak Satgas dalam melawan mafia.

“Presiden selalu mendukung misi dan tugas Satgas dalam memberantas mafia hukum,” tutupnya.

Sebelumnya, usai divonis 7 tahun, Gayus Tambunan membacakan curhatnya. Salah satu poinnya dia mengaku disetir Satgas untuk memojokkan kelompok Bakrie dan merekayasa kasus. Tegas-tegas Satgas membantahnya. Satgas kemudian dipanggil presiden untuk memberikan penjelasan.

(ndr/ape)

 

Ellyas Pical Menerima Uang Lelang Sarung Tinju

Pekanbaru: Dua pasang sarung tinju buatan Jerman yang dipakai Gubernur Riau HM Rusli Zainal dan Ellyas Pical dalam pertarungan eksibisi tiga ronde laku senilai Rp 135,5 juta. Rusli langsung menyerahkan semua uang hasil lelang dan bantuan dari para pengusaha serta pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau kepada Ellyas Pical usai pertandingan di ring tinju sasana Pertina Riau, Pekanbaru, Sabtu (22/1).

“Alhamdulillah, lelang sarung tinju sore hari ini menghasilkan Rp 135,5 juta dan semuanya diserahkan untuk Bung Elly sebagai bentuk penghargaan kami dari masyarakat Riau,” ujar Rusli yang memimpin jalannya lelang.

Beberapa saat sebelumnya lelang, Rusli sempat adu kekuatan di atas ring tinju dengan Elly yang merupakan mantan juara dunia IBF kelas bantam junior. Menurut Rusli, pertandingan ini digelar selain untuk mempromosikan PON XVIII Riau yang digelar September 2012, juga sebagi bentuk penghargaan kepada Elly. “Apa yang kita lakukan hari ini, merupakan bentuk penghormatan kepada mantan atlit tinju dunia yang pernah mengharumkan nama bangsa dan luput dari perhatian kita,” ujar Rusli [baca: Gubernur Riau Dua Kali Menganvaskan Ellyas Pical].

Setelah menjadi juara tinju dunia pertama dari Indonesia dengan merebut gelar juara IBF kelas bantam yunior dari petinju Korea, Chun Ju-do, pada 1985, Elly kemudian luput dari perhatian pemerintah dan masyarakat. Ia menjadi satpam tempat hiburan Jakarta. Bahkan, Elly sempat dipenjara lantaran terlibat narkoba sebelum menjadi tukang pengantar surat di bagian tata usaha di KONI pusat.

Sementara Elly mengaku sangat terharu mendapat penghormatan dari seorang gubernur dengan bertinju di atas ring, meski dirinya tidak mengeluarkan semua kemampuan yang dimiliki. Ini merupakan pengalaman pertama baginya setelah mengantungkan sarung tinju pada 1989. “Setelah pensiun saya sering dipanggil ke daerah untuk melakukan pertandingan eksibisi dan memasyarakatkan tinju, namun kali ini saya terharu karena masih ada pejabat yang memberikan penghormatan bagi saya,” ucap Elly dengan mata berkaca-kaca.(ANT)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: